Archieved

Tuesday, April 1, 2014

Sisi Negatif Memelihara Kelinci

0

Setelah riset akhirnya berhasil juga pelihara kelinci dengan baik dan benar sampai hampir satu tahun. Gambar di atas adalah kelinci saya si Koko berjenis blingonan atau campuran dengan ras yang tidak jelas. Umurnya sudah 8 bulan sehat, cerdas dan lincah seiring dengan waktu ternyata banyak dipelajari ketika pelihara kelinci termasuk sisi negatifnya.

1. Kelinci Bukan peliharaan untuk anak-anak

Banyak sekali orang tua di Indonesia yang memberikan kelinci sebagai peliharaan bagi anak-anaknya, padahal kelinci itu hewan yang fragile aka rapuh dan hanya cocok bagi remaja dan dewasa. Kelinci hewan yang dimangsa, mereka ada di urutan terbawah rantai makanan. Sehingga jika diangkat mereka akan mengira sedang diambil oleh burung elang atau pemangsa lain, akibatnya kelinci akan meronta-ronta, mencakar bahkan tidak segan-segan untuk menggigit.  Anak-anak yang ceroboh pengenya gendong kelinci melulu, beruntung kalau kelincinya masih kecil. Bayangkan jika mereka bermain dengan kelinci  dewasa.

2. Kelinci berumur panjang.
Kelinci bisa hidup hingga 12 tahun jadi kalau anda beli sekarang harus dipikirkan juga bisa tidak berkomitmen selama 12 tahun, jangan seperti seperti orang-orang bego yang tiba-tiba memberikan bahkan membuang karena sibuk dan ada anggota keluarga yang tidak suka.

3. Kelinci harus disterilkan.
Kebanyakan orang membeli kelinci di pinggir jalan bukan di breeder yang berkualitas akibatnya mereka dapat kelinci blingon. Dengan ras campur-campur karakteristik si kelinci tidak bisa ditebak dan anda akan menanggung akibatnya ketika kelinci berumur 6 bulan. Mereka memasuki masa birahi dan menjadi awas terhadap teritorial serta menjadi agresif, jika didekati akan mencakar bahkan menggigit. Satu-satunya jalan adalah disterilkan. Kelinci akan lebih aktif, semua kabel dari charger sampai kabel listrik akan digerogoti dan pipis di semua penjuru rumah. 

Atau jika anda membeli sepasang maka si kelinci akan kawin, lalu beranak. Apa sudah tahu sekali beranak kelinci mampu melahirkan 6  ekor dan setelah 5 bulan kelinci betina akan hamil lagi. Terus anak-anak kelinci akan dikemanakan? dibuang? dikasih ke temen atau saudara? Atau dijual dan berakhir ditempat anda beli?   

4.Kelinci hewan peliharaan  murah meriah.
Memang kalau anda beli di pinggir jalan murah sekali paling banter 30 ribu bahkan 20 ribu pun ada. Terus makannya cuma dikasih sayur aja bahkan sisa makanan. Memang sulit menghilangkan dogma bahwa kelinci lebih dianggap hewan ternak dari pada hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. 

Padahal anda harus membeli atau membuat kandang. Lalu makanan cukup dikasih wortel dan sayur? Salah berat jadi jangan heran jika cepat mati. Padahal pakan kelinci adalah pelet yang harganya beragam dari 20 ribu hingga merk premium 40 ribu dan kelinci tidak boleh hanya makan pelet jadi harus membeli lagi hay. Kalau tinggal di kota dan tidak punya halaman dimana cari hay? Mau tidak mau seperti saya membeli online soal harga jangan tanya. Satu lagi ijka ingin tidak agresif harus disterilkan di dokter hewan, terakhir saya kontak di dokter yang biasa menangani kelinci biaya steril adalah 600 ribu!

Obat-obatan untuk mengatasi kembung seperti rebung lalu ada obat untuk pilek, cacingan. Vitamin untuk anakan biasanya berharga 20 ribuan itu untuk botol kecil sebesar betadine. Memang bisa membuat sendiri dari bahan-bahan alami, tapi saya yakin anda tidak akan punya waktu.

Kalau anda membeli kelinci hias breed tertentu semisal anggora, akan ada biaya untuk grooming.

5. Kelinci hewan selalu aman bagi manusia
Siapa yang bilang begitu? Sama seperti kucing atau anjing kelinci bisa membawa virus. Terlebih jika anda tidak apik membersihkan kandang, satu yang saya pelajari adalah kencing kelinci harus segera dibersihkan. Karena pipis kelinci mengandung banyak kuman dari pada pup-nya. Jadi kalau kelinci pipis di rumah segera bersihkan dengan pembersih jangan cuma dilap, apa lagi kalau punya anak kecil. 

Saya lupa tapi ada penyakit bervirus yang bisa menular dari kelinci pada manusia tapi satu yang pasti jika kelinci kena scabies dan anda menyentuh kelinci, kutunya bisa menempel di kulit alhasil anda pun tertular scabies.

6. Kelinci cukup ditaruh di kandang.
Sebesar apapun kandangnya kelinci akan stress jika tidak dilepas, kelinci butuh olahraga seperti anjing kecil. Karena mereka akan meloncat, menggigit cabang pohon agar giginya tidak tonggos, serta menggali tanah.  

7. Kelinci hewan bodoh
Kelinci setingkat dengan kucing, mereka bisa dilatih termasuk toilet trained. Kelinci bahkan bisa mengenali pemiliknya sama seperti kucing, kelinci hewan one perseon oriented. Artinya kelinci hanya baik pada tuannya, jadi jika anda bisa gendong terus cium-cium kelinci belum tentu orang lain bisa gendong dan cium kelinci anda. Bisa jadi kelinci panik karena tidak kenal lalu mencakar dan menggigit. 


    Jadi banyak yang dipikirkan sebelum memelihara kelinci, dengan ini saya sarankan untuk stop membeli kelinci di pinggir jalan. Kontaklah breeder kelinci terpercaya karena anda bisa konsultasi untuk mendapatkan kelinci yang sesuai dengan anda. Misalkan kalau anda sibuk mana mungkin punya waktu untuk pelihara kelinci anggora, kalau ingin memberi hadiah untuk anak kecil maka kelinci giant atau yang berukuran besar seperti flemish adalah yang terbaik. Karena kelinci giant tahan banting dan temperamentnya lebih tenang sementara kelinci dwarf atau kecil lebih rapuh serta  aktif dan gesit.  

   Berhentilah berpikir kelinci hewan peliharaan yang mureh banget dah! Gampang banget serta buat anak-anak. Kelinci hewan peliharaan yang setara dengan kucing maupun anjing berukuran kecil. 

Tuesday, March 25, 2014

Ron's Labolatory Ice Creams Rasa Nyeleneh

0

Buat yang suka hangout di mall and anak gaol Jekardah pasti udah nggak asing sama nama tempat Ron's Labolatory. Sebuah kedai ice creams dengan taste yang eehhh? Gua juga bingung bilangnya apa, karena rasa ice cream mereka nggak ada duanya. Atau mungkin lebih tepatnya asing di lidah, jadi bukan taste seperti chocolate or strawberry. Bertempat di Gandaria City, Ron's Labolatory bisa bikin kalian yang suka ice creams bakal mikir dua kali buat datang.


Bukan cuma tastenya yang bikin bergidik tapi juga cara bikinnya, Ron Labolatory pakai liquid nitrogen. Jadi ice cream ini pakai food science, berbagai bahan yang nggak lazim ada di dalam ice cream justru mereka pakai untuk menciptakan rasa baru yang nyeleneh di lidah. Interior bangunan dan servenya pun memang dibuat mirip dengan laboratory event pelayannya pakai jas putih bak scientist.



Menu-menu yang nampak di atas merupakan menu percobaan yang belum dipasarkan, beruntung gua bisa jadi first taster. Mulai dari Gelato sorbet butter sampai dengan coffee americano tapi yang jadi favorite adalah ice creams vodka, buat yang satu ini special custome aja. Jadi jangan harap bisa pesan dan ngerasain  ice creams  vodka. 


Ron's Labolatory bisa jadi alternatif buat kalian yang bosen dengan ice cream yang begitu-begitu saja, berbagai taste asing bisa jadi hal menarik yang bikin kalian ketagihan atau mungkin malah nggak suka. Tapi don't worry di sini juga disediain ice cream dengan rasa aman. Kalau kalian petualang kuliner yang nggak takut buat cobain rasa-rasa nyeleneh, silahkan datengin Ron's Labolatory.

Monday, March 17, 2014

Resensi Buku : Kalila dan Dimna 2 : Dongeng di dalam dongeng.

0

Sudah pernah lihat film Inception? Film yang bercerita mimpi di dalam mimpi. Seperti itulah buku dengan judul Kalila dan Dimna 2 Fabel Tentang Pertikaian dan Intrik, karangan dari Ramsay Wood. Buku ini bercerita tentang fabel atau lebih tepatnya kisah yang dilakoni oleh para hewan dari India, tapi jangan harap jika Kalila dan Dimna akan seperti buku fabel anak-anak.

Tata bahasa Ramsay Wood yang indah bak puisi dijamin bikin semua buku yang pernah anda baca seperti kacang goreng murah meriah, banyak sekali kosa kata baru yang ditemukan dalam penggalan kalimat. Serta alur cerita yang dasyat seperti Inception sumpah bikin takjub, dimana awal cerita dimulai oleh seorang Raja bernama Dabschelim. Raja baru ini mengundang seorang pendongeng bernama Bipdai karena dongengnya konon berisi kearifan, maka dimulailah  Bipdai mendongeng. 

Ketika satu dongeng dimulai maka di tengah cerita si tokoh utama akan mendongeng kembali, begitupun seterusnya sehingga akan merasa seperti Leonardo DiCaprio. Merasa seperti terjebak di limbo tidak tahu mana dunia nyata dan mimpi begitupun Kalila dan Dimna ketika sudah berada di tengah, anda akan bingung sedang membaca cerita siapa.

Buku setebal 263 halaman dan seharga Rp25.000 tergolong langka, saya pun tanpa sengaja menemukannya di sebuah toko  buku. Jadi kalau anda berminat membaca buku yang lain dari pada biasanya, selamat berjuang mencari buku ini. 




Tuesday, February 11, 2014

Resensi Buku : Cruise Chronicle Pada Satu Cinta

4

Biasanya gua nggak pernah baca buku romance dari penulis lokal, soalnya busuk banget tema murahan bin kampungan. Kawinlah, kaga bisa buntinglah, susah cari jodoh pokok bangke bin dusun dah. Apalagi itu teenlit kegemaran remaja Endon nan alay liat covernya aja pengen gua bakar dah.

Yang pertama gue liat judulnya  yakni Cruise Cronicle walaupun di bawahnya dipasang embel-embel alay : pada suatu cinta, hampir saja nggak jadi beli gara-gara tagline 'pada suatu cinta'. Untungnya packeging buku seharga Rp53.000 ini tergolong highclass dengan empat sudut yang di cutting untuk tujuan tidak mudah lecek seperti buku persegi empat pada umumnya. Covernya pun simple tapi cathy nggak feminim jadi gue kaga malu bawanya ke kasir plus kasih bonus pembatas buku berbentuk jangkar.

Sebenarnya beruntung waktu di gramedia ada satu buku yang dibuka jadi bisa baca-baca dulu, ceritanya sendiri dari sudut pandang narator bukan first person. gaya bahasanya simple nggak berbunga-bunga mungkin  ini merupakan metro pop. Plus plotingannya yang bikin gue jatuh cinta karena tiap bab membawa kejutan tentang tokoh-tokoh yang ada, belum lagi rasa penasaran karena semua tokoh yang tadinya berjalan dengan cerita sendiri lamban laun menjadi satu cerita utuh, simple, efentif, ringan namun berkelas itu yang jadi kesan gua. Kalau dianalogikan Cruise Chronicle ini merupakan perpaduan film Crash dengan Chasing Liberty.

Sekalipun nama tokohnya terkesan klise mencoba inspiratif dan sastrawi macam Lintang Reya, Langit, Musashi dan Sirens tapi penokohan yang kuat jadi modal lainnya setiap tokoh punya masa lalu yang nggak kampungan macam di romance penulis Endon lainnya. Siren model lingerie yang ngga berani pulang kampung karena malu sama ibunya, Draco pengusaha sukses yang ternyata koruptor, Musashi forografer extrem yang terpaksa jadi fotografer makanan untuk hidup plus bokapnya anggota yakuza mampus ketika ia kecil lalu ada tokoh utama Reya yang keliatan seperti tipikal tokoh perempuan di novel romance murahan ternyata pernah dilamar pelukis jalanan waktu berumur 17 tahun. Semua tokoh dengan masa lalu yang kelam ini bersatu dalam sebuah kapal pesiar mewah Las Olas De Esterllas membentuk jalinan cerita yang sulit ditebak, yes happy ending tapi dengan siapa dan bagaimana itu loh bikin penasaran.

Setingan dengan kapal pesiar mewah justru nggak bikin suntuk karena  kapal ini bersandar di beberapa negara eropa sehingga jalan cerita nggak melulu diam di kapal macam Titanic, walaupun gua sangsi jika Ruwi Meita benar-benar pernah ke Perancis, Italia, Venice dan Genoa. Ini lah yang bikin gua sedikit ragu jangan-jangan Mbak Ruwi ini cuma riset di internet macam penulis romance murahan Endon. Terlepas dari itu semua tapi kemampuan Ruwi Meita meramu berbagai tokoh yang membawa ceritanya sendiri, menjadi satu jalinan plot utuh memang patut diacungin jempol. Setelah gua baca biografinya di belakang buku. Pantes aja ternyata Ruwi script writer film, no wonder sekalipun banyak tokoh dan plot namun begitu mudah dicerna seperti nonton film. Over all this book is tottaly recomen, don't borrowit but bought it.


Thursday, February 6, 2014

Cara Memelihara Kelinci Dua Bulan yang Baru Dibeli

0

Tiga kali membeli kelinci hias di jalan barito, tiga kali pula semua kelinci yang gua beli hanya bertahan selama dua hari saja. Gejalanya sama kotoran mereka semua cenderung lembek bahkan mencret, entah apa penyebabnya, bertapa pada mbah google pun tidak menolong karena bikin pusing tidak tahu mana yang benar. Jadi memang betul apa kata orang guru paling pintar itu adalah pengalaman karena setelah tiga kali gagal melihara kelinci yang hanya mampu bertahan dua hari setelah sampai rumah, kali ini sukses dengan kelinci anggora mix yang sudah bernafas selama sebulan di dalam kamar flat.

Masalah paling universal adalah kelinci yang gua beli umumnya baru dua bulan tapi pilihan apa yang gua punya? Karena kalau harus datang ke peternak kelinci lokasinya itu nggak ada yang di tengah kota, sementara pasar hewan macam tempat gua beli yakni barito, rata-rata menjual kelinci berumur dua bulan, walaupun itu pedagang berkoar-koar kalau kelincinya udah tiga bulan lebih. Problemnya adalah memaintain kelinci yang seharusnya masih bersama induknya untuk bisa bertahan hidup.


Jadi kalau sudah terlanjur beli kelinci umur dua bulan apa yang harus dilakukan? Kalau gue memang sengaja pilih satu ekor kelinci yang aktif karena itu pertanda dia sehat dan tanya pada pedagang biasanya dikasih makan apa? Sebab tiga kelinci gua yang cuma hidup selama dua hari dikasih pakan yang berbeda begitu di rumah. Serta kandang stainless steel yang ringkas dan mudah dibersihkan karena mau taruh indor bukan cuma karena gua tinggal di flat tapi juga ini lebih aman dari predator kucing kampung, angin malam dan cuaca Jakarta yang tidak menentu. 


Selain kandang gua juga sudah mempersiapkan segala keperluan hajat hidup si kelinci, terutama soal pakan. Dari kematian tiga kelinci sebelumnya, gua tahu kalau kelinci nggak bisa dikasih cuma satu jenis makanan saja. Karena terbiasa diberi kulit jagung mau nggak mau gua harus bangun subuh dan jalan ke pasar, cuma buat ngambil sisa kulit jagung. Sementara pelet nggak dijadikan makanan utama karena takut mencret lagi, selain itu gua juga beli merk premium bukan yang murah meriah, patut dicatat tiga kelinci yang mati nggak di kasih minum sama gua. Jadi gua harap nggak orang bodoh yang bilang kelinci nggak butuh minum, apa lagi kalau cuma dikasih makan pelet yang nggak ada kadar airnya bikin seret usus kelinci tuh.


Selain pakan yang biasa dikasih sama tukang dagang serta pelet, satu lagi yang amat penting biar kelinci usia dua bulan nggak gampang mati adalah hay. Hay atau rumput kering ini adalah sumber serat biar kelinci selalu sehat tapi nggak semua rumput yang dikeringkan bisa dijadikan hay makanan kelinci, ini namanya rumput timothy yang dibeli dari kaskus entah dikasih apa karena baunya harum banget. Lima bungkus rumput timothy seharga pelet merk premium dan untuk satu bulan.
  
Yang terakhir jadi andalan gua kalau kelinci kenapa-kenapa adalah dua botol kecil seharga Rp 20,000 dari jagat kaskus. Percuma cari di petshop kaga bakal nemu, isinya buat kucing, anjing sama hamster kaga ada produk buat kelinci. Biasanya sebelum kasih Rebung perhatikan dulu kelinci dan kotorannya, kalau kotorannya nggak seperti biasa bulat, kering dan warnanya beda. Langsung dah suapin Rebung dari pada ambil resiko keburu mencret dan kalau kotorannya sudah seperti semula baru gua kasih lagi vitamin Ovita.

Sebenarnya gua udah nggak mau pelihara kelinci karena gampang mati dan ini terakhir kalinya, kalau masih juga mati padahal udah preparation maksimal sampai beli semua kebutuhan dengan harga selangit. Setidaknya gua bukan orang bego yang mikir kelinci murah meriah dan gampang diurus, terus beli dimasukin kandang seadanya, cuma dikasih sayur dan besoknya mati.  Selang beberapa hari beli  lagi........that just so wrong dude.


Tuesday, January 7, 2014

Seharusnya Kita Ini Jadi Apa?

4
 

Berapa orang di Indonesia yang tahu harusnya jadi apa? Harusnya dia melakukan apa? Jadinya harus kerja di mana dan apa? Kebanyakan kaum Endonesah maunya cari yang 9 to 5 jadi karyawan yang disuruh ini dan itu, nggak mau susah apa lagi mikir seharus dia jadi apa?...... Begitulah realita negeri dengan 230 juta orang yang mikir kalau hidup hanya untuk berkembang biak dan kebanggaan hidup adalah kawin cepet, punya anak banyak dari pada jadi ilmuwan, jadi teknopreneur, jadi astronot. Honestly gua nggak mau jadi bagian dari 230 juta tipe ini, jadi sebelum 30 gue kudu tahu apa yang gua mau dan ngerjain  passion gua that it. Oh lupa kalau kaum Endon sebelum umur 30, ya harus kawin dan punya anak, oh well that your shit!

Bukannya gua nggak bersyukur tapi setelah melakoni beberapa pekerjaan pada akhirnya kita harus tahu apa yang kita mau, dimana passion kita. Dan buat gue dealing with animals and nature adalah yang gue suka, sialnya gue baru tahu itu sekarang. Andai kata gue tahu dari dulu pasti udah masuk IPB, entah itu kedokteran hewan, pendewaan tanaman, managemen agrobisnis etc. Padahal dulu  IPB paling getol kasih PMDK buat anak-anak dari kota Bogor,  gue selalu anggep kalau jurusan itu nggak bonafit aka keren makanya offer PMDK itu gue tolak mentah-mentah dan lebih pilih komunikasi universitas luar kota.

Now what i'm gonna do? If only i could turn back time....untungnya gue bukan kaum Endon yang umur-umur segini udah punya anak tujuh puluh ekor, jadinya bisa menjadwal ulang seluruh hidup. Entah itu kuliah lagi ambil jurusan kedokteran hewan, cari kerja di taman safari, or pindah ke luar pulau. I'M definitely not belong behind computer for 9 to 5.


Jadi kalau kalian masih muda cobalah keluar cari apa yang jadi passion kalian dan kejar itu, jangan seperti jutaan orang Indonesia yang nggak tahu mau apa dan cuma sekadar hidup. Atau untuk kaum Endon yang berserakan di luar sana, yang rajin berkoar-koar, gue udah kawin, gue punya anak dan bangganya setengah mati! Melebihi orang yang punya prestasi sesungguh, sadar nggak seharusnya jadi apa? Sadar nggak kalau hidupnya cuma menambah populasi? Atau setidaknya pernah mikir seharusnya jadi apa?


Pada akhirnya gua cuma bisa melihat ke luar jendela kantor dan berkhayal seharusnya jadi apa.

Thursday, November 21, 2013

Mengajar di pedalaman Papua

2

Andai kata nggak terhalang sama kontrak kerja mungkin aja gua bisa photo di atas sama teman gua dari Bali. Sebenarnya beberapa bulan yang lalu gua dan beberapa orang anak muda dari berbagai daerah memang sengaja ikut program relawan sobat bumi dari pertamina foundation, ituloh semacam program Indonesia mengajar. Kita akan ditempatkan selama sembilan bulan di pedalaman Indonesia buat mengajar anak-anak yang memang kurang mendapat akses pendidikan buat gua sih seru loh selama sembilan bulan bisa berbuat sesuatu buat orang lain dan Indonesia, sialnya sebelum berangkat gue dapet kontrak kerja baru yang sulit dihindari. Jadi planning untuk berbuat sesuatu sebelum 30 terpaksa gagal! padahal gue udah ikut wajib militer dan training mengajar.

Jadi gue cuma bisa mupeng liat poto Ayu temen gue yang dari Bali, kebayang nggak usah mikirin Jakarta nan busuk setiap pagi, kegencet di kereta atau kejebak macet dan banjir berjam-jam di jalanan selama sembilan bulan. Itu lebih dari pada liburan atau refreshing dan tentunya mengajar anak-anak adalah pekerjaan menyenangkan. Sekalipun memang banyak kendala seperti medan dan budaya tapi kalau sudah niat segala rintangan pasti bisa dihadapi, lagi pula hari gini cuman kawin...nggak punya pengalaman hidup yang berguna?....yuk mari. 




Tuesday, October 22, 2013

Tanah Abang Hanya Indah Sesaat Pak Jokowi

0

Pagi ini saya dikejutkan dengan pemandangan menakjubkan ketika turun dari statiun tanah abang, biasanya saya langsung disambut oleh kemacetan serta hiruk pikuk pasar tumpah yang tidak jelas dari mana sumbernya. Angkot serta bus saling ngetem di jalan tanah abang yang notabene hanya cukup dilalui satu mobil saja serta sampah pasar berserakan di mana-mana menimbulkan bau tak sedap.

Bahkan untuk berjalan kaki saja saya tidak bisa karena bahu jalan di sepanjang jembatan tanah abang dipakai berjualan oleh PKL yang gemar memutar lagu dangdut serta di sepanjang daerah museum tekstil biasanya identik dengan rimbunnya para pedagang barang rongsokan yang menggelar dagangannya di sepanjangn trotoar, singkat kata tanah abang adalah neraka sudah macet, kotor, bau, sumpek pula.

Namun pagi ini tanah abang berubah menjadi ciamik, para pedagang kopi yang menjajakan pelacur untuk sopir angkot di sepanjang trotoar sudah tidak ada, PKL di sekitar pasar tanah abang sudah di masukan ke dalam gedung, pedagang barang rongsokan di sekitar museum tekstil musnah entah kemana tergantikan oleh trotoar nyaman, bersih dan bertaman. Singkat kata saya salut dengan pak Jokowi-Ahok.

Tapi kekaguman saya terhadap kinerja Jokowi-Ahok ini hanya bersifat sementara karena setelah pulang kerja sekitaran jam lima sore, para PKL di sekitaran museum tekstil kembali menggelar dagangannya. Padahal lokasi itu sudah di benahi jadi trotoar dan taman, mereka memasang lapak di atas taman yang baru saja di bangun. Buset dah! kalau begini sih sama sekali nggak akan bertahan lama, tanah abang akan kembali macet, kotor dan sumpek. Seharusnya memang ada penertiban berkala agar para PKL tersebut tidak kembali berdagang terlebih merusak taman yang baru saja dibangun.....malang betul nasibmu Jokowi-Ahok orang Jakarta pinggiran ini ternyata jauh lebih sulit diatur dari pada orang Solo.


Tuesday, October 15, 2013

Saat Indonesia Mirip Eropa

1

Jadi hari ini saya memutuskan untuk bangun pagi bukan apa-apa ada yang spesial hari ini dan itu bukan hari raya idul adha, karena setiap hari raya agama sudah pasti Indonesia tercinta mendadak seperti negara eropa. Bersih, tenang dan sepi hanya terlihat segelintir orang saja dan ini adalah hal langka di negeri yang over populated. Kalau di hitung 234 juta jiwa sama dengan empat negara sebesar Malaysia disatukan namun anehnya semua orang fine-fine saja walaupun kian hari semakin sedikit lahan hijau yang tersedia, maklumlah ini ciri negara dengan pendidikan rendah. Anyway back to topik cuma pada saat seperti ini saya bisa cinta setengah mati sama Indonesia bisa liat langit biru jalanan sepi nggak banyak kendaraan bermotor yang bikin asma dan cuma ketenangan yang mendera. Persis seperti gambaran negara-negara eropa yang cuma pengap di kota besar saja sementara di sini setiap  penjuru dan sudut pengaplah sudah. Someday i leave this shit and live peacefully and calm in europe.


Monday, August 19, 2013

Ketika Buku Loe Muncul Di Toko Buku

0

Sebenernya sih minta buku gua munculnya abis lebaran tapi sialnya ngga ada yang kasih tahu tanggal pastinya, jadi gua cek ke toko buku setelah satu minggu lebaran dengan asumsi semua yang mudik udah pada balik. Akhirnya gue ubek-ubek tuh toko buku seBogor tepatnya tiga buah gramedia dari tiga toko gagal menemukan buku gue! dame it! sampe akhirnya gue telponlah publisher, mereka inform kalau buku tersebut sudah beredar....jedar kok gua ngga nemu di rak new release apa lagi rak best seller "ngarep banget.com". Padahal difaktur yang dikirim publisher jelas-jelas tertulis tiga gramedia di kota Bogor, dari pada butek akhirnya gua tanya juga penjaganya.

Setelah sekitaran 10 menit si penjaga ini berhasil menemukan buku gue yang ternyata dipajang di belakang dan lebih tepatnya di jajaran horor dan mistery....jiahhhhhhh...biji ngana buku gue jadi horor segitu manis covernya. Nah kok ngga di pajang di new release yah? terus kenapa penempatannya bisa dibagian bawah dan horor? Penelusuran gua akhirnya terungkap di gramedia ketiga.


Begitu gua masuk langsung dah gue bombardir rak new release dan best seller "teteup ya"  ternyata nihil! The Cookies Of Life sama sekali ngga nampak! akhirnya gua putusan langsung ke rak novel, sapa tahu ditaruh di belakang juga. Begitu gue lihat ternyata rak bagian novel kosong, liat kiri-kanan gua menemukan para pegawainya lagi pada sibuk ngeluarin buku-buku baru dari kardus. Pura-pura aja gue baca buku deket mereka yang lagi sibuk milah-milih buku yang buat dipajang, mata gue langsung melotot ke kardus-kardus dan hasilnya tetep nihil buku gua ngga ada.


Mas-mas dan mbak ini lagi sibuk milah-milih buku yang mau dipajang sekalipun gua ngga nemu buku gua tapi jadi tahu penyebab buku gue susah diliat. Soalnya ngga cuma pasang mata gua juga pasang kuping mas yang milah-milih buku ini bilang "ini buku mika tambayong pasti banyak yang cari, taro gih di depan" dan seterusnya mereka liat buku berdasarkan "ketenaran" baik penulis maupun publishernya. Waduh no wonderlah buku gue ada di belakang dan di rak horor pula..jegag dah, tapi ngga salah juga toh namanya juga jualan bukan? Lagi pula memang udah hukum pasar. Orang pasti lebih  ngeh Mika Tambayong dari pade gue "sedihnya dikalahin artis btw Mika ini apa sih? pemain sineteron? penyanyi? atau emang penulis tenar?" 

Moral lesson

Berhubung baru keluar plus siapa gue! ngga kecewa donk walau harus ada di jajaran paling belakang, justru di sinilah salah satu pentingnya jurus marketing salah satunya adalah pemilihan cover. Sebab ketika buku loe ada di rak, otomatis orang pertama kali milih karena lihat cover "apa lagi ditaro di rak bawah....grrrrrr"  untungnya pas milih cover gua voting sama temen-temen jadilah cover yang simple namun eye catching.

Promo dsb juga ngga kalah penting loh walaupun pada ujung yang menentukan nasib akhir adalah kualitas buku tersebut dan gue ngga bisa bilang banyak karena baru muncul belon ada tanggapan dari para pembaca "siap-siap aje dicaci maki" salah satu promo paling gampang apa lagi kalau bukan bilang ke temen-temen betul? Walaupun nyatanya semua temen gue minta gratis kaga mau beli "susah ya mau sukses".


subscribe by email

© 2013 iPRESS. All rights resevered. Designed by Templateism